Otoritas Pengatur Kelistrikan Brasil baru-baru ini mengumumkan akan mengadakan tender investasi senilai 18,2 miliar reais (sekitar 5 reais per dolar AS) pada bulan Maret tahun ini, dengan tujuan membangun 6.460 kilometer jalur transmisi dan gardu induk baru. Menurut laporan terbaru dari Perusahaan Riset Energi Brasil, Brasil perlu menginvestasikan 56,2 miliar reais dalam beberapa tahun ke depan untuk merekonstruksi dan memperluas jalur transmisi, termasuk pembangunan jalur baru, gardu induk baru, dan peningkatan proyek transmisi yang sudah ada.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan listrik perumahan dan industri di Brasil terus meningkat. Menurut data dari Perusahaan Riset Energi Brasil, konsumsi listrik nasional Brasil akan melebihi 530.000 gigawatt jam pada tahun 2023, meningkat 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, konsumsi listrik mencapai rekor tertinggi selama tiga bulan berturut-turut dari Oktober hingga Desember 2023. Selain dampak cuaca panas ekstrem, kinerja sektor industri dan komersial yang baik juga merupakan faktor penting yang menyebabkan peningkatan konsumsi listrik.
Media Brasil melaporkan bahwa seiring dengan terus meningkatnya permintaan listrik, Brasil perlu meningkatkan sistem transmisi listriknya. Pemadaman listrik skala besar di wilayah utara dan timur laut pada Agustus 2023 memicu diskusi luas tentang perbaikan sistem transmisi nasional. Edma Almeida, seorang profesor di Institut Penelitian Energi Universitas Katolik Rio de Janeiro, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jenis pembangkit listrik di Brasil menunjukkan tren diversifikasi, terutama di wilayah timur laut, di mana jumlah pembangkit listrik energi bersih seperti energi surya dan angin telah meningkat secara signifikan. Pemantauan dan transmisi listrik secara real-time serta fleksibilitas sistem menuntut persyaratan yang lebih tinggi.
Untuk meningkatkan stabilitas sistem transmisi, Brasil mengadakan lelang kontrak konsesi jalur transmisi dan lelang proyek transmisi energi masing-masing pada bulan Juni dan Desember 2023. Investasi dalam kedua lelang tersebut masing-masing sebesar R$15,7 miliar dan R$21,7 miliar, yang digunakan untuk membangun 33 proyek di tujuh negara bagian dan memperluas kapasitas transmisi energi bersih dari wilayah timur laut ke pusat-pusat konsumsi listrik di wilayah tenggara, tengah, dan wilayah lainnya. Sandoval Fetosa, direktur Otoritas Regulasi Listrik Brasil, mengatakan bahwa lelang ini akan mendorong interkoneksi listrik di berbagai wilayah di seluruh negeri dan membangun sistem transmisi listrik yang lebih efisien dan aman.
Alexandre Silvera, Menteri Pertambangan dan Energi Brasil, meyakini bahwa sistem transmisi Brasil kurang stabil dan jalur transmisi baru perlu dibangun untuk mengatasi masalah ini. Pada saat yang sama, karena jarak yang jauh antara wilayah timur laut tempat produksi energi bersih terkonsentrasi dan wilayah tenggara tempat konsumsi listrik terkonsentrasi, kebutuhan akan pembangunan jalur transmisi menjadi semakin penting.
Selain itu, media Brasil meyakini bahwa rekonstruksi dan perluasan jalur transmisi juga akan mendorong investasi dalam proyek hidrogen hijau di Brasil. Hidrogen hijau dianggap sebagai sumber energi baru yang bersih, melimpah, dan murah. Proyek infrastruktur transmisi baru ini akan mendorong pengembangan industri hidrogen hijau dan sangat penting bagi wilayah Timur Laut dan bahkan Brasil secara keseluruhan.
Susie
Sichuan Green Science & Technology Ltd., Co.
0086 19302815938
Waktu posting: 27 Februari 2024
